{"id":124,"date":"2022-06-29T06:37:30","date_gmt":"2022-06-29T06:37:30","guid":{"rendered":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/?page_id=124"},"modified":"2022-07-20T06:22:47","modified_gmt":"2022-07-20T06:22:47","slug":"anggaran-rumah-tangga","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/?page_id=124","title":{"rendered":"Anggaran Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>ANGGARAN RUMAH TANGGA<br>IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (IPeKB) INDONESIA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB I<br>ATRIBUT<br>Pasal 1<br>1. Lambang organisasi IPeKB Indonesia adalah segi lima wama biru muda yang didalamnya<br>terdapat gambar keluarga dengan dua anak dan delapan pilar berwarna biru tua yang<br>menggambarkan delapan fungsi keluarga, ikatan pita berwarna kuning emas bertuliskan<br>IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA INDONESIA, dan bertulis akronim : IPeKB<br>INDONESIA serta berpondasi tiga tangga berwarna biru tua.<br>2. Bendera organisasi IPeKB Indonesia dasar berwama biru muda bergarnbar lambang pada Ayat<br>1 (satu), ukuran bendera menyesuaikan Peraturan Organisasi yang berlaku.<br>3. Lencana IPeKB Jndonesia dalam ukuran kecil sesuai dengan sesua\u00ed lambang lPeKB Indonesia<br>pada Ayat 1 (satu).<br>4. Kop surat berisi lambang organ\u00edsas\u00ed dipojok kiri, nama organ\u00edsasi, alamat, nomor telepon,<br>nomor fax, dan alamat email, dengan huruf resmi.<br>5. Stempel berbentuk lingkaran disesuaikan dengan lambang lPeKB Indonesia dengan tinta b\u00edru,<br>6. Mars dan Hymne yang merupakan c\u00edri khas yang akan diatur oleh Pengurus Pusat.<br>7. Bentuk kartu anggota berlogo, tertulis ident\u00edtas anggota yang d\u00edsahkan dan dltandatangan\u00ec<br>oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pengurus Pusat, serta berlaku sepanjang yang<br>bersangkutan masih menjadi anggota organisasi.<br>8. Desa\u00edn ukuran, warna, bentuk dan isi kartu anggota d\u00edbuat seragam oleh Dewan Pengurus<br>Pusat (DPP) IPeKB Indonesia<br>9. Desa\u00edn ukuran, warna, bentuk dan isi kartu anggota d\u00edbuat seragam oleh Dewan Pengurus<br>Pusat (DPP) IPeKB Indonesia<br>10. Anggota IPeKB Indonesia memakai seragam batik yang ditetapkan dan seragam lainnya.<br>11. Tata kelola tentang atribut selanjutnya diatur dalam Peraturan Organisasi.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB II<br>Keanggotaan<br>Pasal 2<br>Syarat menjadl anggota Biasa adalah :<br>Penyuluh Keluarga Bcrencana (PKB) dan atau sebutan lain yang telah disahkan peraturan.<br>Pasal 3<br>Syarat menjad\u00ed anggota luar biasa. adalah :<br>1. Mengaiukan permohonan secara tertulis kepada Pengurus Cabang\/Pengurus Daerah atau<br>Pengurus Pusat IPeKB Indonesia<br>2. Tenaga Kontrak dan Tenaga Honorer yang aktif sebagai Penyuluh Lapangan KB (PLKB)<br>Pasal 4<br>Syarat menjadi anggota kehormatan adalah :<br>1. Tokoh Formal\/Non Formal yang berintegrasi dalam Program Kependudukan, Keluarga<br>Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)<br>2. Memiliki kepedulian dan peran serta dalam Program Kependudukan Keluarga Berencana dan<br>Pembangunan Keluarga (KKBPK)<br>3. Pernah aktif menjadi pengurus IPeKB Indonesia dan berintegritas<br>4. Diminta kesediaannya oleh Musyawarah\/rapat pengurus dan yang bersangkutan menyatakan<br>kesediaannya.<br>5. Pensiunan PLKB\/PKB,OPD KB dan BKKBN.<br>Pasal 5<br>Status keanggotaan seseorang sebagai anggota berhenti apabila meninggal dunia, atas permintaan<br>sendiri dan atau dibatalkan oleh Dewan Pengurus Pusat atas rekomendasi Dewan Kehormatan.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB III<br>KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA<br>Pasal 6<br>Kewajiban anggota biasa adalah :<br>1. Aktif mengikuti setiap keg\u00ecatan organisasi.<br>2. Melaksanakan profesi dengan ba\u00edk dan sungguh-sungguh.<br>3. Menjaga dan taat kepada kode etik profesi dan perilaku jabatan PKB<br>4. Membayar luran anggota dan sumbangan lain yang ditetapkan organisasi<br>5. Menggunakan atr\u00edbut orgonisasi.<br>Pasal 7<br>Kewajiban anggota luar biasa dan anggota kehormatan adalah :<br>1. Mendukung akt\u00ecvitas dan program kerja organisasi.<br>2. Aktif member\u00edkan dukungan untuk kemajuan organisas\u00ed.<br>3. Aktif rnelakukan advokas\u00ed kepada pemangku kepentingan untuk kemajuan organisasi.<br>Pasal 8<br>Hak anggota biasa adalah :<br>1. Memilih dan dipilih menjadi pengurus.<br>2. Mendapatkan peningkatan pengembangan profes\u00ec,<br>3. Mendapatkan manfaat dari kegiatan usaba organisasi.<br>4. Mendapat bantuan layanan hak kepegawaian yang d\u00edatur melalui peraturan organisasi.<br>Pasal 9<br>Hak anggota luar biasa dan kehormatan adalah :<br>1. Memilih dan dipilih menjadi anggota dewan pembina.<br>2. Memberikan rujukan dan referensi kebijakan program kerja.<br>3. Mendapatkan manfaat dari kegiatan usaha organisasi.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB IV<br>HUBUNGAN TATA KERJA<br>Pasal 10<br>Hubungan tata kerja organisasi meliputi :<br>1. Hubungan tata kerja, koordinasi dan konsultasi antarDewan Pengurus Cabang, Daerah dan<br>Pusat dilakukan secara berjenjang dan beret\u00ecka.<br>2. Dewan Pengurus Pusat, Daerah dan Cabang dapat melakukan hubungan konsultasi dan<br>koordinas\u00ed dengan Dewan Pembina masing-masing.<br>3. Dewan Pengurus Pusat, Daerah dan Cabang dapat berhubungan dengan mitra \/ organ\u00edsasi lain<br>d\u00edatur berdasarkan Peraturan Organisasi,<br>Pasal 11<br>Bagan struktur organisasi tertuang dalam lamp\u00eeran Anggaran Rumah Tangga (ART).<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB V<br>KEPENGURUSAN<br>Pasal 12<br>Syarat umum menjadi pengurus adalah :<br>1. Anggota Biasa diusulkan dan dipilih oleh Musyawarah Nasional, Munas, Musyawarah Daerah<br>[Musda] dan Musyawarah Cabang (Muscab).<br>2. Bersedia bekerja secara tim, mengabdi dan bertanggung jawab menjadi Pengurus<br>3. Memiliki Integritas dan berkompeten mengelola organisas\u00ed,<br>4. Mendedikas\u00edkan tenaga, waktu, pik\u00ecran untuk kemajuan organ\u00edsas\u00ec,<br>Pasal 13<br>Tugas Pengurus :<br>1. Menjalankan program kerja yang telahditetapkan o\u00eceh Munas, Musda dan Muscab,<br>2. Menggaali potensi sumber daya yang sah untuk optimalisasi pencapaian program kerja.<br>3. Menyampaikan Iaporan secara berjenjang set\u00ecap 1 (satu) tahun sekal\u00ec<br>4. Menyelenggarakan Munas, Musda dan Muscab,<br>5. Memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan anggota<br>6. Membantu peningkatan profesionalsme anggota<br>Pasal 14<br>Pengurus Inti Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum berhalangan tetap\/berhenti<br>dari jabatannya, apabila :<br>1. Meninggal Dunia<br>2. Mengundurkan diri<br>3. Beralih status keanggotaan dari anggota biasa menjadi anggota luar biasa\/kehormatan sampai<br>maksimal 3 (tiga) bulan<br>4. Keanggotaan dibatalkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 (enam)<br>5. Merangkap jabatan sebagai pengurus inti (dalam Jabatan yang sama) di organisasi IPeKB<br>Indonesia pada tingkatan yang berbeda maksimal 12 bulan.<br>Pasal 15<br>1. Pengurus yang dikemudian hari beralih status keanggotaan menjadi anggota luar<br>biasa\/kehormatan, tetap dapat menjalankan tugasnya sampai ada keputusan hasil rapat<br>pengurus.<br>2. Apabila pengurus meninggal dunia, mengundurkan diri dan atau tidak dapat melaksanakan<br>tugas maka jabatannya diisi oleh anggota biasa yang ditetepkan melalui rapat pengurus.<br>3. Apabila Ketua Umum berhalangan tetap karena meninggal dunia, mengundurkan diri dana tau<br>tidak dapat melaksanakan tugas, maka jabatannya dilaksanakan sementara oleh Sekretaris<br>Umum dan Bendahara Umum sampai telah ditentukan penggantinya pada Musyawarah<br>Umum berikutnya.<br>4. Apabila Sekretaris Umum dan Bendahara Umum berhalangan tetap, maka jabatannya<br>d\u00eclaksanakan sementara oleh anggota\/pengurus lainnya yang dipilih melalui Rapat Pengurus,<br>5. Apabila Ketum dan sekum berhalangan tetap maka :<br>a. Bila waktu yang tersisa dalam masa bakti. kurang dari 6 ( enam] bulan dilaksanakan oleh<br>Bendahara Umum,<br>b. Bila waktu yang tersisa dalam masa bakt\u00ednya leb\u00edh dari 6 (enam) bulan d\u00edlaksanakan<br>musyawarah luar biasa.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB VI<br>STRUKTUR KEPENGURUSAN<br>Pasal 16<br>Struktur Pengurus meliputi Dewanan Pengurus dan Dewan Pembina.<br>1. Dewan Pengurus meliputi, Pengurus Inti, Pengurus Teras dan Pengurus Harian.<br>2. Pengurus Inti adalah pengurus yang dipilih oleh Musyawarah Umum meliputi Ketua<br>Umum\/Ketua, Sekretaris Umum \/Sekretaris dan Bendahara Umum \/ Bendahara.<br>3. Pengurus Teras adalah pengurus inti ditambah pimpinan pengurus yaitu Ketua I, Ketua II (Wakil<br>ketua umum), sekretaris I, sekretaris II (Wakil Sekretaris Umum) dan bendahara I, bendahara<br>II ( Wakil bendahara ).<br>4. Pengurus Harian adalah bagian penting pengurus yang aktif melaksanakan kegiatan yang<br>terhimpun dari pengurus teras ditambah Departemen\/Pengembangan Departemen,Bidang<br>dan Seksi serta Unit Pelaksana Teknis.<br>5. Kelengkapan Dewan Pengurus Pusat (DPP) lPeKB Indonesia meliputi :<br>a. Departemen Organisasi dan Kepengurusan :<br>1). Bidang Pembinaan Pengurus dan Anggota<br>2). Bidang Penguatan Organisasi Profesi<br>3). Bidang Monitoring dan Evaluasi<br>b. Departemen Kompetensi dan Kesejahteraan :<br>1). Bidang Pengembangan kompetensi<br>2). Bidang Kepegawaian dan Kesejahteraan<br>c. Departemen Kemitraan dan Pengabdian Masyarakat :<br>1). Bidang Kerjasama dan Kemitraan<br>2). Bidang Pengabdian Masyarakat<br>3) Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak<br>d. Departemen Harmonisasi Pengelolaan dan Pendayagunaan<br>1). Bidang Pengelolaan PKB oleh Pusat<br>2). Bidang Pendayagunaan oleh Daerah<br>3). Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum.<br>e. Pengembangan Departemen:<br>1). Kampung KB<br>2). Sertifikasi dan Angka Kredit PKB<br>3). Koperasi dan Pameran<br>4). Pendidikan dan Pelatihan<br>5). Publikasi dan Media<br>6. Kelengkapan Dewan Pengurus Daerah (DPD) IPeKB Indonesia dan Dewan Pengurus Cabang<br>(DPC} IPeKB Indonesia meliputi :<br>a. Bidang Organisasi dan Kepengurusan :<br>1). Seksi Pembinaan Pengurus<br>2). Seksi Penguatan Organisasi<br>3). Seksi Monitoring dan Evaluasi<br>b. Bidang Kompotensi dan kesejahteraan<br>l). Seksi Pengembangan Kompetensi<br>2). Seksi Peningkatan Kesejahteraan<br>3). Seksi Peningkatan Prestasi<br>c. Bidang Kemitraan dan Pengabdian Masyarakat<br>l). Seksi Kemitraan<br>2). Seksi Pengabdian Masyarakat<br>3). Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat<br>d. Bidang Advokasi, Kependudukan dan Hukum<br>1). Seksi Advokasi dan Penggerakan<br>2). Seksi Kependudukan<br>3). Seksi Bantuan Hukum<br>e. Unit Pelaksana Teknis (UPT) :<br>1). Unit Sertifikasi dan Angka Kredit PKB<br>2). Unit Koperasi dan Parneran<br>3). Unit Pendidikan dan Pelatihan<br>4). Unit Publikasi dan Media<br>7. Pengurus Teras I membina urusan internal (Departemen \/ Bidang l dan 2) dan Pengurus Teras<br>II membina urusan eksternal (Departemen \/ Bidang c dan d).<br>8. Khusus untuk Pengembangan Departemen dan UPT pembinaan urusan yang akan diatur<br>melalui Peraturan Organisasi (PO).<br>9. Kelengkapan struktur DPD dan DPC disesuaikan dengan kondisi daerah.<br>10. Struktur Organisasi DPD dan DPC dapat mengacu pada contoh terlampir.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB VII<br>DEWAN PENASEHAT, DEWAN PEMBINA DAN DEWAN KEHORMATAN<br>Pasal 17<br>1. Dewan Penasehat dan Dewan Pembina berada pada setiap tingkatan wilayah<br>(Pusat,Provinsi dan Kabupaten\/Kota).<br>2. Dewan Penasehat dan Dewan Pembina terdiri dari<br>a. Satu orang Ketua merangkap anggota.<br>b. Wakil Ketua merangkap anggota.<br>c. Anggota.<br>3. Dewan Penasehat dan Dewan Pembina meliputi unsur jabatan dan unsur perorangan<br>4. Unsur jabatan dan perorangan yang ditetapkan sebagai anggota Dewan Penasehat dan Dewan<br>Pembina adalah mereka yang memiliki dedikasi integritas dan kepedulian yang tinggi terhadap<br>Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).<br>5. Jumlah dan komposisi unsur jabatan dan perorangan yang ditetapkan sebagai anggota Dewan<br>Penasehat dan Dewan Pembina disesuaikan dengan struktur organisasi yang ada di Pusat,<br>Daerah dan Cabang.<br>6. Mekanisme pembinaan dari Dewan Penasehat dan Dewan Pembina akan diatur dalam<br>Peraturan Organisasi (PO).<br>7. Dewan Kehormatan berada pada tingkatan Pusat dan Provinsi<br>8. Dewan Kehormatan melaksanakan fungsi pembinaan, pengawasan dan penindakan.<br>9. Susunan, tugas dan kewenangan Dewan kehormatan diatur dalam Kode Etik Profesi.<br>10. Mekanisme pembinaan dari Dewan Penasehat dan Dewan Pembina akan diatur dalam<br>Peraturan Organisasi.<br>Pasal 18<br>Syarat umum menjadi anggota Dewan Penasehat, Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan adalah<br>1. Menunjukkan kepedulian dan peran serta dalam bidang Kependudukan dan Keluarga<br>Berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).<br>2. Anggota Dewan Penasehat dan Dewan Pembina diusulkan oleh peserta musyawarah dan<br>ditetapkan oleh rapat pengurus.<br>3. Anggota Dewan Kehormatan diusulkan oleh Rapat pengurus, dalam komando Ketua Umum.<br>4. Anggota Dewan Kehormatan terdiri dari Ketu\u00e1 dari Wak\u00edl Ketua yang otomatis dijabat oleh<br>Ketua Umum dan Ketua I.<br>5. Dewan Kehorrnatan dibantu oleh komisi pembinaan, pengawasan den penindakan.<br>6. Anggota Dewan Penasehat dan Dewan Pemb\u00edna berhalangan karena meningga\u00cd dunia,<br>mengundurkan \u2039liri dan tidak aktif melaksanakan tugas.<br>7. Pergantian anggota Dewan Penasehat, Dewan. Pembina dan Dewan Kehormatan ditetapkan<br>melalui rapat pengurus.<br>Pasal 19<br>1. Tugas Dewan Penasehat dan Dewan Pembina adalah :<br>a. Memberi masukan kepada pengurus dalam. pengelolaan organisasi<br>b. Memberi dukungan kepada pengurus unt\u00fak kemaj\u00fcan organisasi.<br>c. Sebagai mediator terhadap pemangku kepentingan dan mutu organisasi.<br>d. Aktif berpartisiipasi dalam. kegiatan organisasi,<br>2. Tugas Dewan Kehormatan PKB adalah :<br>a. Melakukan pembinaan perilaku anggota organsasi.<br>b. Melakukan pengawasan atas perilaku anggota organisasi.<br>c. Melakukan penindakan atas pelanggaran kode etik.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB VIII<br>MUSYAWARAH DAN RAPAT<br>Pasal 20<br>1. Musyawarah terdiri dari Musyawarah Umum dan Musyawarah Luar Biasa<br>2. Musyawarah Nasional dilakukan pada akhir masa jabatan kepengurusan, sekaligus memilih<br>dan menetapkan pengurus yang baru.<br>3. Musyawarah Umum untuk Tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten\/Kota selanjutnya disebut<br>Musyawarah Nasional (Munas), Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang<br>(Muscab).<br>4. Pelaksanaan Munas dilaksanakn oleh Pengurus disetiap tingkatan<br>5. Munas disetiap tingkatan sah dilaksanakan, apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2\/3<br>utusan peserta.<br>6. Musyawarah Luar Biasa dilaksanakan apabila ada hal-hal yang mendesak untuk diselesaikan<br>menyangkut kepentingan organisasi dan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2\/3 utusan peserta.<br>7. Hak suara dalam Munas adalah utusan dari unsur Pengurus Pusat, unsur Pengurus Daerah dan<br>khusus unsur Pengurus Cabang adalah sebesar dua puluh persen dari jumlah Dewan Pengurus<br>Cabang (DPC) dalam provinsi yang bersangkutan dan membawa surat mandat dari DPD.<br>8. Hak suara dalam Musda adalah utusan dari unsur pengurus DPD dan pengurus inti DPC.<br>9. Hak suara dalam Muscab adalah unsur pengurus DPC dan seluruh anggota.<br>Pasal 21<br>1. Musyawarah Kerja IPeKB Indonesia disebut Muker dilaksanakn minimal 2(dua) tahun sekali,<br>guna membahas evaluasi dan perencanaan program.<br>2. Musyawarah Kerja untuk Tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten\/Kota selanjutnya disebut<br>Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) dan<br>Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab)<br>3. Peserta Muukernas adalah DPP. utusan DPD<br>4. Peserta Mukernas adalah DPD, utusan DPC dan undangan,<br>5. Peserta Mukercab adalah DPC Anggota dan undangan.<br>6. Undangan musyawarah kerja adalah mitra kerja, dewan pembina,<br>mantan pengurus, pemerintah dan pemerintah daerah.<br>Pasal 22<br>Macam-macam rapat :<br>1. Rapat Kerja yaitu :<br>a Rapat Kerja Nasional {Rakernas) dihadiri oleh DPP dan undangan, dilaksanakan minimal 1<br>(satu) tahun sekali.<br>b. Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dihadiri oleh DPD dan undangan dilaksanakan 1 (satu) tahun<br>sekali<br>c. Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dihadiri oleh DPC dan undangan, dilaksanakan minimal 1<br>(satu) tahun sekali<br>2. Rapat Koordinasi adalah rapat yang dihadiri oleh unsur Pimpinan Pengurus, Dewan Penasehat<br>dan Dewan Pembina, dilaksanakan minimal 6 (enam) bulan sekali.<br>3. Rapat Pimpinan adalah rapat yang dihadiri oleb unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara di<br>Pusat, Daerah dan Cabang dilaksanakan minimal 3 (tiga) bulan sekali.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB IX<br>PRODUK HUKUM<br>Pasal 23<br>Produk Hukum Organisasi meliputi :<br>1. Peraturan Organisai (PO) merupakan prdoman dasar yang mengatur urusan organisasi dalam<br>bidang-bidang tertentu sebagai acuhan dalam menjalankan roda organisasi.<br>2. Surat Keputusan Pengurus merupakan dasar yang mengikat untuk melaksanakan tugas,<br>wewenang, kewajiban dan hak pengurus dalam menjalankan organisasi.<br>3. Surat Edaran Pengurus merupakan pemberitahuan dari pengurus yang mendasari anggota<br>berpartisipasi aktif dalam memajukan organisasi.<br>4. Surat Perintah Tugas merupakan penugasan dari pimpinan organisasi kepada<br>pengurus\/anggota untuk melaksanakan organisasi.<br>5. Surat Peringatan merupakan teguran\/peringatan yang ditujukan kepada<br>seseorang\/lembaga\/anggita untuk diketahui bahwa yang bersangkutan telah melakukan<br>tindakan\/sikap yang merugikan kepentingan organisasi.<br>6. Surat Pemberhentian dana tau Pembatalan anggota merupakan tindakan pengurus setelah<br>surat peringatan tidak mendapat respon yang cukup.<br>Pasal 24<br>Penetapan Surat Keputusan Pengurus :<br>1. Susunan Dewan Pengurus Pusat ditetapkan dan disahkan oleh Ketua Umum dan Sekretaris<br>Umum.<br>2. Dewan Pengurus Pusat dilantik dan dikukuhkan oleh Kepala BKKBN atau Pejabat dari<br>Kementrian\/Kelembagaan Negara.<br>3. Susunan Dewan Pengurus Daerah ditetapkan dan disahkan oleh Surat Keputusan Dewan<br>Pengurus Pusat.<br>4. Dewan Pengurus Daerah dilantik oleh Dewan Pengurus Pusat dan dikukuhkan oleh Pejabat<br>Daerah di tingkat Provinsi.<br>5. Susunan Dewan Pengurus Cabang ditetapkan dan disahkan dengan Surat Keputusan Dewan<br>Pengurus daerah.<br>6. Dewan Pengurus Cabang dilantik oleh Dewan Pengurus Daerah dan dikukuhkan oleh Pejabat<br>Daerah ditingkat Kabupaten\/Kota.<br>7. Apabila Dewan Pengurus Cabang sudah terbentuk, sementara Dewan Pengurus Daerah belum<br>terbentuk atau tak dapat menjalankan tugas, maka susunan pengurus ditetapkan dan disahkan<br>dengan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat.<br>Pasal 25<br>Sistem Administrasi organisasi ditetapkan melalui Rapat Kerja Pengurus.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB X<br>TATA TERTIB PEMILIHAN<br>Pasal 26<br>1. Pemilihan Pengurus inti (Ketua UMUM, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum )<br>dilakukan melalui penetapan bakal calon dan pemilihan calon tetap.<br>2. Penetapan Bakal Calon Pengurus Inti dilakukan dengan cara setiap utusan daerah\/cabang<br>mengajukan paling banyak 3 (tiga) nama bakal calon Ketua Umum, 3 (tiga) bakal calon<br>Sekretaris Umum dan 3 (tiga) nama bakal calon Bendahara Umum.<br>3. Bakal Calon Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum yang mendapat suara<br>tertinggi 1 sampai 3 ditetapkansebagai calon tetap.<br>4. Calon tetap Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum dipilih oleh setiap peserta<br>sidang dan memiliki (satu) hak suara (one man one vote), dan setiap peninjau hanya memiliki<br>hak suara.<br>5. Calon Ketua Umum, calon Sekretaris Umum dan calon Bendahara Umum yang mendapat suara<br>terbanyak ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih, Sekretaris Umum terpilih dan Bendahara<br>Umum terpilih.<br>Pasal 27<br>1. Penyusunan Kepengurusan dilakukan oleh Ketua Umum terpilih, Sekretaris Umum terpilih dan<br>Bendahara Umum terpilih bersama Tim Formatur.<br>2. Tim Formatur terdiri dari Pengurus Inti terpilih dan beberapa Utusan Daerah.<br>3. Jumlah anggota formatur dari Utusan Daerah\/Utusan Cabang dan cara pemilihannya<br>ditetapkan oleh Majelis Sidang.<br>4. Tugas Tim Formatur adalah :<br>a. Membentuk kelengkapan susunan Pengurus<br>b. Mengusulkan anggota Dewan Penasehat dan Dewan Pembina<br>c. Menindaklanjuti agar kepengurusan mendapat surat keputusan, Pelantikan dan<br>pengukuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 25.<br>d. Kepengurusan memperhatikan kemampuan kompetensi dan manajemen berorganisasi<br>dari keterwakilan daerah geografis.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB XI<br>PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA<br>Pasal 28<br>1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan melalui Musyawarah nasional<br>(Munas) atau Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).<br>2. Musyawarah Nasional sah apabila dihadiri 2\/3 Pengurus Pusat, dan 2\/3 Pengurus Daerah.<br>3. Keputusan Musyawarah dianggap sah apabila disetujui \u00bd + 1 anggota yang hadir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANGGARAN RUMAH TANGGAIKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (IPeKB) INDONESIA BAB IATRIBUTPasal 11. Lambang organisasi IPeKB Indonesia adalah segi lima wama biru muda yang didalamnyaterdapat gambar keluarga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":37,"menu_order":3,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-124","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=124"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180,"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/124\/revisions\/180"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/37"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}