{"id":122,"date":"2022-06-29T06:37:09","date_gmt":"2022-06-29T06:37:09","guid":{"rendered":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/?page_id=122"},"modified":"2022-07-20T06:19:58","modified_gmt":"2022-07-20T06:19:58","slug":"anggaran-dasar","status":"publish","type":"page","link":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/?page_id=122","title":{"rendered":"Anggaran Dasar"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>ANGGARAN DASAR<br>IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (IPeKB) INDONESIA<br>MUKADIMAH<\/strong><br>Bahwa sesungguhnya masyarakat adil dan makmur melalui norma keluarga kecil bahagia<br>dan sejahtera adalah bagian dari tujuan negara, sebagai cita-cita luhur bangsa indonesia. Oleh<br>karena itu masalah kependudukan, harus dikendalikan oleh seluruh komponen bangsa, yang<br>memiliki kepedulian dan atau keberpihakan pada perjuangan untuk mewujudkan cita-cita<br>dimaksud.<br>Bahwa Perjuangan meraih cita-cita untuk mewujudkan Keluarga Kecil, bahagia sejehtera<br>melalui pelaksanaan Program Kependudukan,Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (<br>KKBPK ),dalam perkembangannya sangatlah dinamis dan mengalami fluktuasi yang sangat berarti,<br>sebagai akibat dari perubahan lingkungan strategis globalyangberimplikasi terhadap tuntutan<br>perubahan arah kebijakan program, dimana pelaksanaan yang semula menggunakan pendekatan<br>demografis, harus menjadi lebih difokuskan kepada pemenuhan hak-hak asasi manusia dan hakhak reproduksi keluarga.<br>Pada sisi yang lain, hadirnya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberi<br>dampak yg besar terhadap arah kebijakan Program KKBPK, terutama lampiran n, secara langsung<br>maupun tidak langsung berdampak terhadap kesinambungan Program Keluarga Berencana saat<br>ini dan terutama dimasa mendatang<br>Dampak secara nyata dari pelaksanaan UU 23\/ 2014 tersebut dalam pelaksanaan Program<br>KB Nasional, salah satunya adalah pengelolaan Penyuluh KB oleh Pusat serta tersertifikasinya<br>Penyuluh KB.Selain itu memberi peluang pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi<br>kemasyarakatan tingkat nasional dalam pengendalian pelayanan dan pembinaan kesertaan berKB.<br>Menyadari sepenuhnya kondisi seperti yang di uraikan di atas, maka untuk mempertahankan<br>eksistensi keberadaan dan untuk memperkuat kedudukan peran dan fungsi Penyuluh KB, atas<br>berkat Rachmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, disertai rasa tanggung jawab yang tinggi, dengan<br>ini penyuluh KB yang memiliki keinginan yang sama, menyatakan sikap untuk membentuk suatu<br>wadah organisasi profesidengan Anggaran Dasar sebagai berikut :<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>BAB I<br>NAMA DAN KEDUDUKAN<br>Pasal 1<\/strong><br>1. Organisasi ini bernama \u201cIkatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia\u201d disingkat IPeKB<br>Indonesia.<br>2. IPeKB Indonesia berkedudukan di Ibu Kota Negara dengan perwakilan di Ibu Kota Provinsi<br>dan Ibu Kota Kabupaten\/Kota.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB II<br>AZAS<br>Pasal 2<br>IPeKB Indonesia berazaskan Pancasila<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB III<br>STATUS DAN SIFAT<br>Pasal 3<br>IPeKB Indonesia memiliki status:<br>1. Tidak ada hubungan hirarki dengan organisasi\/lembaga lain maupun perorangan ditingkat<br>manapun.<br>2. Organisasi profesi.<br>3. Tidak berafiliasi pada partai politik, suku, agama dan golongan tertentu.<br>Pasal 4<br>IPeKB Indonesia memiliki sifat:<br>1. Demokratis, Mandiri, profesional, sosial kemasyaratan dan tidak komersial<br>2. Memiliki keleluasaan untuk mengembangkan diri.<br>3. Berdasarkan kesamaan tujuan.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB IV<br>TUJUAN<br>Pasal 5<br>IPeKB Indonesia bertujuan :<br>1. Menyatukan Penyuluh KB, Pengelola KB,individu dankelompok masyarakatyang<br>mempunyai cita-cita yang sama, baik berstatus PNS maupun bukan.<br>2. Memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.<br>3. Meningkatkan kompetensi profesi.<br>4. Memperjuangkan hak-hak anggota.<br>5. Meningkatkan kepedulian dan peran serta dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia<br>sejahtera.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB V<br>KEANGGOTAAN<br>Pasal 6<br>1. Anggota IPeKB Indonesia adalah warga Negara Republik Indonesia yang berstatus Petugas<br>Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)\/Penyuluh KB (PKB) dan Pengelola KB Tingkat<br>Kecamatan serta masyarakat yang peduli terhadap program KB.<br>2. Status keanggotaan IPeKB :<br>a. Anggota Biasa.<br>b. Anggota Luar Biasa<br>c. Anggota Kehormatan.<br>3. Ketentuan anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).<br>BAB VI<br>STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN<br>Pasal 7<br>Struktur organisasi IPeKB Indonesia terdiri dari:<br>1. Di Pusat disebut IPeKB Indonesia Pusat.<br>2. Di Provinsi disebut IPeKB Indonesia Daerah.<br>3. Di Kabupaten\/kota disebut IPeKB Indonesia Cabang.<br>Pasal 8<br>KepengurusanIPeKB Indonesia terdiridari :<br>1. Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus<br>Cabang (DPC).<br>2. Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang terdiri dari<br>pengurus inti , Pengurus Teras dan pengurus harian.<br>3. Pengurus inti terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum.<br>4. Pengurus Teras terdiri dariPengurus inti ditambah Ketua I, Ketua II, Sekretaris I,Sekretaris<br>II, Bendahara I, Bendahara IIdanatau wakil ketua wakil sekretarisdan wakil bendahara.<br>5. Pengurus Harian terdiri dari pengurus inti, pengurusterasditambahDepartemen, Bidang,<br>Pengembangan Departemen, Seksi dan Unit Pelaksana Tekhnis ( UPT)<br>6. Kepengurusan IPeKB Indonesia( DPP,DPD,DPC) dilengkapi dengan Dewan Penasehat dan<br>DewanPembina.<br>7. Pengurus inti dipilih oleh musyawarah Nasional ( MUNAS), Musyawarah Daerah ( MUSDA)<br>dan Musyawarah Cabang (MUSCAB) untuk jangka waktu 4 (empat) tahun.<br>8. Pengusulan nama pengurus selain pengurus inti, dilakukan oleh pengurus inti dan tim<br>formatur terpilih<br>9. Pengurus inti boleh menjabat maksimal 2 (dua) periode dalam jabatan yang sama dan<br>tingkatan yang sama (terhitung sejak tanggal ditetapkannya Anggaran Dasar dan Anggaran<br>Rumah Tangga IPeKB Indonesia ini),<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB VII<br>TUGAS DAN KEWAJIBAN PENGURUS<br>Pasal 9<br>1. Dewan Pengurus Pusat memimpin kepengurusan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan<br>keputusan Musyawarah Nasional.<br>2. Dewan Pengurus Pusat berkewajiban memberikan laporan atas pelaksanaan ayat 1 kepada<br>musyawarah nasional berikutnya.<br>3. Dewan Pengurus Daerah memimpin kepengurusan dan bertanggung jawab atas<br>pelaksanaan keputusan Musyawarah Daerah.<br>4. Dewan Pengurus Daerah berkewajiban memberikan laporan atas pelaksanaan ayat 3<br>kepada Musyawarah Daerah berikutnya.<br>5. Dewan Pengurus Cabang memimpin kepengurusan dan bertanggung jawab atas<br>pelaksanaan keputusan Musyawarah Cabang.<br>6. Dewan Pengurus Cabang berkewajiban memberikan laporan atas pelaksanaan ayat 5<br>kepada musyawarah Cabang berikutnya.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB VIII<br>ALAT KELENGKAPAN<br>PASAL 10<br>1. Alat kelengkapan terdiri dari :<br>a. Dewan Kehormatan<br>b. Kode Etik Profesi<br>c. Kode Etik Perilaku Jabatan<br>2. Ketentuan Alat Kelengkapan IPeKB Indonesia diatur dalam Kode Etik Profesi dan Kode Etik<br>Perilaku<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB IX<br>MUSYAWARAH DAN RAPAT<br>Pasal 11<br>1. Musyawarah Nasional (MUNAS), Musyawarah Daerah (MUSDA) dan Musyawarah Cabang<br>(MUSCAB) IPeKB Indonesia merupakan otoritas tertinggi untuk menetapkan pengurus inti,<br>kebijakan umum dan menilai serta mensyahkan pertanggung jawaban pengurus.<br>2. Musyawarah Nasional (MUNAS), Musyawarah Daerah (MUSDA) dan Musyawarah Cabang<br>(MUSCAB) IPeKB Indonesia dilaksanakan 4 (empat) tahun sekali.<br>Pasal 12<br>1. Musyawarah Umum IPeKB Indonesia di Pusat disebut Musyawarah Nasional (MUNAS)<br>dihadiri oleh Pengurus Pusat,utusan Pengurus Daerah dan utusan Pengurus Cabang serta<br>Anggota dan undangan lainnya.<br>2. Musyawarah Umum IPeKB Indonesia di Provinsi disebut Musyawarah Daerah (MUSDA)<br>dihadiri oleh Pengurus Daerah dan utusan Pengurus Cabang serta anggota dan undangan<br>lainnya.<br>3. Musyawarah Umum IPeKB Indonesia di Kabupaten\/Kota disebut Musyawarah Cabang<br>(MUSCAB) dihadiri oleh Pengurus Cabang, Anggota dan undangan lainnya.<br>Pasal 13<br>1. Rapat kerja adalah tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional<br>(MUNAS),MusyawarahDaerah (MUSDA) dan MusyawarahCabang (MUSCAB) IPeKB<br>Indonesia.<br>2. Rapat Kerja dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam dua tahun.<br>Pasal 14<br>1. Macam-macam rapat antara lain:<br>a. Rapat Kerja Pengurus.<br>b. Rapat Koordinasi.<br>c. Rapat Pimpinan.<br>d. Rapat Konsultasi.<br>2. Ketentuan Macam-macam rapat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB X<br>KEUANGAN DAN KEKAYAAN<br>Pasal 15<br>Keuangan IPeKB Indonesia bersumber dari :<br>1. Iuran anggota.<br>2. Sumbangan, bantuan, hibah dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat.<br>3. Hasil Usaha yang dilakukan oleh unit khusus IPeKB Indonesia<br>4. Ketentuan besaran Iuran Anggota diatur dalam Peraturan Organisasi ( PO )<br>Pasal 16<br>Kekayaan IPeKB Indonesia adalah seluruh barang\/inventaris baik bergerak maupun tidak<br>bergerak yang menjadi aset organisasi.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB XI<br>PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI<br>Pasal 17<br>1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan melalui Musyawarah Nasional<br>(MUNAS).<br>2. Musyawarah Nasional pada ayat (1) minimal harus dihadiri oleh 2\/3 dari Pengurus Pusat,<br>dan 2\/3 utusan pengurus Daerah.<br>3. Keputusan Perubahan Anggaran Dasar harus disetujui minimal oleh 1\/2 +1 peserta yang<br>hadir.<br>Pasal 18<br>Organisasi IPeKB Indonesia dapat dibubarkan secara internal oleh :<br>1. Musyawarah Umum di pusat yang selanjutnya disebut musyawarah nasional (MUNAS)<br>yang dilakukan khusus untuk itu, apabila diusulkan oleh 2\/3 pengurus Pusat, 2\/3 pengurus<br>daerah dan 2\/3 pengurus cabang.<br>2. Keputusan pembubaran ini sah apabila dihadiri oleh 2\/3 utusan tersebut pada ayat 1 dan<br>diputuskan oleh 1\/2+1 dari yang hadir.<br>3. Keputusan pembubaran diberitahukan kepada pihak-pihak yang terkait paling lambat 7<br>(tujuh) hari kemudian.<br>4. Segera setelah pembubaran IpeKB Indonesia maka mantan pengurus pada periode terakhir<br>harus menyelesaikan urusan hutang-piutang dan kewajiban lainnya.<br>5. Kekayaan yang masih ada diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang<br>berlaku.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB XII<br>ATRIBUT<br>Pasal 19<br>IPeKB Indonesia mempunyai atribut khusus yang diatur dalam anggaran rumah tangga<br>(ART).<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">BAB XIII<br>KETENTUAN PENUTUP<br>Pasal 20<br>1. Ketentuan yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar ini selanjutnya akan diatur dalam<br>Anggaran Rumah Tangga.<br>2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan dan disahkan oleh musyawarah nasional<br>(MUNAS)<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANGGARAN DASARIKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (IPeKB) INDONESIAMUKADIMAHBahwa sesungguhnya masyarakat adil dan makmur melalui norma keluarga kecil bahagiadan sejahtera adalah bagian dari tujuan negara, sebagai cita-cita<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":37,"menu_order":2,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-122","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=122"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178,"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/122\/revisions\/178"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/37"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ipekbjawatengah.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}